Jakarta, 9 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Prosesi pelepasan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, dengan penyerahan Bendera Merah Putih kepada atlet panjat tebing Veddriq Leonardo sebagai perwakilan kontingen. Dalam arahannya, Prabowo meminta seluruh atlet memberikan kemampuan terbaik dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki generasi yang tangguh, bersemangat, serta tidak mudah menyerah. Ia mengingatkan setiap atlet yang berangkat tidak hanya membawa target pribadi maupun cabang olahraga masing-masing, tetapi juga mewakili ratusan juta masyarakat Indonesia. Kesempatan mengenakan seragam Merah Putih di ajang olahraga terbesar Asia dinilai sebagai kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prabowo pun menyampaikan pesan agar para atlet berangkat dengan semangat tinggi dan berjuang memberikan hasil terbaik bagi bangsa.
Kontingen Indonesia yang telah dikukuhkan untuk Asian Games 2026 berkekuatan 430 atlet dari 35 cabang olahraga. Jumlah tersebut merupakan hasil penyesuaian dari daftar sebelumnya yang sempat mencantumkan 432 atlet setelah dilakukan evaluasi terakhir terhadap komposisi kontingen. Dalam prosesi di Istana, sekitar 281 anggota kontingen hadir secara langsung karena sebagian atlet telah lebih dahulu berada di Jepang atau menjalani pemusatan latihan di luar negeri. Beberapa cabang memilih datang lebih awal untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungan, fasilitas pertandingan, maupun program latihan terakhir sebelum kompetisi dimulai. Tim bola basket menjadi salah satu cabang yang telah berada di lokasi, sementara atlet wushu menjalani pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan. Pemerintah berharap seluruh proses tersebut membuat atlet mencapai kondisi terbaik ketika pertandingan resmi dimulai.
Penyerahan Bendera Merah Putih kepada Veddriq Leonardo menjadi simbol kepercayaan negara kepada seluruh anggota kontingen. Veddriq merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dari cabang panjat tebing dan menjadi salah satu atlet Indonesia yang memiliki pengalaman menghadapi kompetisi internasional tingkat tertinggi. Setelah menerima bendera, ia mengibarkan Merah Putih sebagai tanda kesiapan Kontingen Indonesia menjalankan tugas di Asian Games. Prabowo menyampaikan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan para atlet sebelum mereka bertanding di Jepang. Menurut Presiden, dari ratusan juta penduduk Indonesia hanya sebagian kecil yang memperoleh kesempatan mewakili negara pada kompetisi sebesar Asian Games. Karena itu, setiap anggota kontingen diminta menyadari besarnya kehormatan sekaligus tanggung jawab yang berada di pundak mereka.
Prabowo juga menempatkan olahraga sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan kemampuan ekonomi maupun pertahanan, tetapi juga kualitas manusia yang sehat secara fisik, memiliki keterampilan, disiplin, serta mental kuat. Atlet dianggap menjadi salah satu representasi dari karakter tersebut karena mereka harus melalui latihan panjang, persaingan ketat, dan berbagai pengorbanan sebelum memperoleh kesempatan tampil di tingkat internasional. Presiden mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan atlet selama menjalani persiapan menuju Asian Games. Ia juga memberikan penghargaan kepada pelatih dan seluruh unsur pendukung yang bekerja di belakang para atlet. Prestasi di arena pertandingan menurutnya merupakan hasil kerja kolektif yang tidak dapat dilepaskan dari pembinaan dalam waktu panjang.
Dalam arahannya, Prabowo meminta para atlet tidak gentar menghadapi negara-negara yang selama ini memiliki kekuatan besar dalam olahraga Asia. China, Jepang, Korea Selatan, India, Iran, dan sejumlah negara lain memiliki tradisi serta sistem pembinaan yang kuat sehingga persaingan memperebutkan medali dipastikan berlangsung ketat. Namun, Presiden menilai kondisi tersebut tidak boleh membuat atlet Indonesia kehilangan kepercayaan diri sebelum bertanding. Setiap atlet diminta memasuki arena dengan mental untuk menang dan berusaha sampai pertandingan benar-benar selesai. Menurut Prabowo, ketangguhan bangsa juga terlihat dari kemampuan untuk terus berjuang ketika menghadapi tekanan maupun lawan yang lebih diunggulkan. Ia berharap karakter pantang menyerah tersebut terlihat dalam penampilan seluruh anggota Kontingen Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan penghargaan bagi atlet yang mampu menghasilkan prestasi di Aichi-Nagoya. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengumumkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet yang berhasil memperoleh medali emas Asian Games 2026. Nominal tersebut tiga kali lebih besar dibandingkan bonus Rp1 miliar yang diberikan kepada peraih emas SEA Games sebelumnya. Prabowo menjelaskan peningkatan penghargaan mempertimbangkan tingkat persaingan Asian Games yang lebih tinggi. Untuk peraih medali perak dan perunggu, Presiden belum mengumumkan secara terperinci besaran bonus finansial yang akan diterima. Namun, ia memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan penghargaan karena mencapai podium Asian Games juga membutuhkan perjuangan yang tidak ringan.
Penghargaan bagi atlet menurut Prabowo juga tidak harus selalu berbentuk uang. Bagi atlet yang berasal dari TNI, Polri, maupun lembaga pemerintahan, prestasi dapat menjadi pertimbangan untuk mempercepat perkembangan karier sesuai aturan masing-masing institusi. Presiden bahkan menceritakan dirinya pernah meminta Kapolri memperhatikan kenaikan pangkat anggota kepolisian yang berprestasi di bidang olahraga. Pelatih yang memiliki kontribusi besar juga diminta mendapatkan penghargaan karena keberhasilan atlet tidak terlepas dari proses pembinaan yang mereka jalankan. Prabowo ingin membangun budaya yang memberikan apresiasi kepada orang-orang yang menghasilkan prestasi bagi negara. Dengan pendekatan tersebut, atlet diharapkan memiliki masa depan yang lebih baik sekaligus mendapatkan motivasi untuk mempertahankan prestasinya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menjelaskan sistem pemusatan latihan nasional kini semakin diarahkan berdasarkan jenjang kompetisi. Program untuk menghadapi Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games disusun dengan kebutuhan serta target yang berbeda sehingga pembinaan tidak hanya berorientasi pada keberangkatan menuju pertandingan. Evaluasi terhadap kesiapan atlet dilakukan bersama Komite Olimpiade Indonesia dan federasi cabang olahraga untuk menentukan komposisi yang paling siap mewakili Indonesia. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya sekaligus memperbesar peluang mendapatkan medali. Asian Games juga menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kemampuan atlet Indonesia menghadapi kekuatan terbaik Asia. Hasil dari Aichi-Nagoya nantinya dapat menjadi bahan evaluasi menuju kompetisi internasional berikutnya.
Asian Games ke-20 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September 2026. Persiapan menjelang pertandingan memasuki tahap akhir sehingga atlet diminta semakin menjaga kesehatan, pola makan, kondisi fisik, serta konsentrasi. Adaptasi terhadap lingkungan pertandingan menjadi penting karena perbedaan kondisi dapat memengaruhi performa ketika kompetisi berlangsung. Pelatih dan tim pendukung juga memiliki tugas memastikan beban latihan tidak membuat atlet justru mengalami kelelahan maupun cedera menjelang pertandingan. Pemerintah berharap persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan dapat diterjemahkan menjadi penampilan maksimal ketika atlet memasuki arena. Masyarakat Indonesia juga diharapkan memberikan dukungan positif agar kontingen memiliki tambahan motivasi selama bertanding membawa Merah Putih.
Pesan Prabowo dalam pelepasan kontingen menjadi penanda dimulainya perjuangan Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Presiden meminta para atlet mengingat bahwa mereka datang ke Jepang membawa kehormatan bangsa dan harapan masyarakat dari berbagai daerah. Target medali tetap menjadi bagian penting dari olahraga prestasi, tetapi Prabowo juga menekankan keberanian, ketangguhan, disiplin, dan semangat pantang menyerah sebagai karakter yang harus diperlihatkan atlet Indonesia. Pemerintah telah memberikan dukungan melalui pembinaan, pemusatan latihan, hingga penghargaan besar bagi mereka yang berhasil mencapai podium. Kini tanggung jawab berada pada atlet dan seluruh tim untuk menerjemahkan persiapan tersebut menjadi performa terbaik di lapangan pertandingan. Dengan mengibarkan Bendera Merah Putih sebelum keberangkatan, Kontingen Indonesia membawa satu misi yang sama, yakni berjuang sebaik mungkin dan mengharumkan nama Indonesia di panggung olahraga Asia.







