Jakarta, 5 November 2026 – Performa impresif Persib Bandung dan Borneo FC di kompetisi antarklub Asia membawa dampak positif terhadap posisi Indonesia dalam peringkat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Berdasarkan penghitungan poin musiman kompetisi antarklub AFC 2026–2027, Indonesia berhasil mengumpulkan 8.500 poin dan menempati posisi keempat di Asia. Pencapaian tersebut menjadi perhatian media Vietnam karena Indonesia mampu melampaui perolehan poin musiman sejumlah negara dengan kompetisi sepak bola yang lebih mapan. Keberhasilan dua klub Indonesia menunjukkan peningkatan daya saing wakil Tanah Air dalam menghadapi persaingan internasional. Meski demikian, posisi Indonesia dalam peringkat kumulatif AFC masih berada di urutan ke-16 Asia.
Lonjakan poin Indonesia tidak terlepas dari penampilan Persib Bandung yang tampil konsisten di AFC Champions League Two 2026–2027. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut berhasil meraih empat kemenangan beruntun pada fase grup dan memastikan tempat di babak 16 besar. Hasil terbaru diperoleh ketika Persib mengalahkan Melbourne Victory dengan skor 2-1 di Melbourne Rectangular Stadium, Australia, Rabu (4/11/2026). Dalam pertandingan tersebut, Persib sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71. Namun, tim asuhan Igor Tolic berhasil membalikkan keadaan melalui gol Luka Menalo pada menit ke-85 dan Balsa Sekulic menjelang akhir pertandingan. Kemenangan dramatis tersebut membuat Persib mengoleksi 12 poin sekaligus mempertahankan posisi puncak Grup E.
Selain Persib Bandung, Borneo FC turut memberikan kontribusi penting melalui penampilannya dalam AFC Challenge League musim 2026–2027. Klub berjuluk Pesut Etam tersebut menjadi salah satu penyumbang poin yang membantu meningkatkan koefisien Indonesia pada musim berjalan. Berdasarkan penghitungan sementara, kontribusi Persib mencapai 10.000 poin, sedangkan Borneo FC menyumbangkan sekitar 6.600 poin. Perolehan kedua klub kemudian dihitung berdasarkan mekanisme pembagian jumlah wakil Indonesia sehingga menghasilkan total 8.500 poin musiman. Catatan tersebut menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Australia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam dalam penghitungan khusus musim ini. Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh hasil pertandingan klub terhadap posisi kompetisi domestik di tingkat Asia.
Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian media Vietnam, termasuk The Thao 247, yang menyoroti perubahan persaingan poin antarklub AFC. Vietnam menghadapi situasi kurang menguntungkan setelah sejumlah wakilnya gagal meraih kemenangan pada pertandingan terbaru. Klub Cong An Ha Noi atau CAHN hanya mampu bermain imbang tanpa gol ketika menghadapi Kyoto Sanga dari Jepang. Sementara itu, The Cong Viettel mengalami kekalahan telak 0-3 dari FC Seoul asal Korea Selatan. Hasil tersebut membuat Vietnam baru mengumpulkan 5.133 poin dalam penghitungan musiman. Vietnam berada di peringkat ke-17 Asia untuk kategori tersebut, sedangkan Thailand menempati posisi ke-16 dengan 5.167 poin. Kondisi ini memperlihatkan persaingan ketat antarkompetisi Asia Tenggara dalam mengumpulkan koefisien AFC.
Meski unggul dalam perolehan poin musiman, Indonesia belum berhasil melewati Vietnam pada klasemen kumulatif AFC. Indonesia masih berada di peringkat ke-16 Asia dengan koleksi 32.309 poin setelah mendapatkan tambahan dari kemenangan Persib atas Melbourne Victory. Sementara itu, Vietnam menempati posisi ke-14 dengan 37.241 poin dan Singapura berada satu tingkat di bawahnya dengan 37.088 poin. Selisih tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan hasil positif secara konsisten untuk memperbaiki posisi keseluruhan. Peringkat kumulatif memperhitungkan performa klub dalam beberapa musim sehingga tidak hanya ditentukan oleh pencapaian pada satu periode kompetisi. Karena itu, keberhasilan Persib dan Borneo FC perlu dilanjutkan agar Indonesia mampu mengejar negara-negara yang berada di atasnya.
Perolehan poin AFC memiliki pengaruh terhadap alokasi tempat klub dalam kompetisi antarklub Asia pada musim mendatang. Semakin tinggi posisi sebuah asosiasi dalam peringkat yang digunakan AFC, semakin besar peluang memperoleh kuota pada kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi. Hasil pertandingan Persib Bandung dan Borneo FC musim ini dapat menjadi modal penting dalam penentuan jatah peserta untuk musim 2028–2029. Indonesia berpeluang meningkatkan alokasi tempat apabila mampu mempertahankan hasil positif hingga kompetisi berakhir. Namun, peluang tersebut masih bergantung pada perolehan poin negara lain dan ketentuan resmi AFC mengenai pembagian kuota. Oleh karena itu, setiap pertandingan tersisa menjadi penting untuk menjaga peluang peningkatan posisi Indonesia.
Pencapaian Persib Bandung dan Borneo FC menjadi perkembangan positif bagi sepak bola Indonesia yang berupaya meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Keberhasilan kedua klub menunjukkan bahwa wakil Indonesia mampu bersaing menghadapi tim dari negara dengan tradisi sepak bola kuat. Meski demikian, konsistensi tetap menjadi tantangan utama karena persaingan akan semakin berat ketika memasuki fase gugur. Persib masih memiliki kesempatan menambah poin setelah memastikan tiket babak 16 besar AFC Champions League Two, sementara kontribusi Borneo FC juga menjadi bagian penting dalam penghitungan koefisien nasional. Perhatian media Vietnam memperlihatkan bahwa perkembangan klub Indonesia mulai diperhitungkan dalam persaingan regional. Jika hasil positif dapat dipertahankan, Indonesia memiliki kesempatan memperbaiki peringkat AFC sekaligus memperbesar peluang tampil lebih kompetitif pada turnamen antarklub Asia berikutnya.




