Jakarta, 22 September 2026 – Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil membawa Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 saat menghadapi Malaysia pada perempat final bulu tangkis beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa, Fajar/Fikri mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dalam pertandingan tiga gim. Pasangan Indonesia menang dengan skor 21-15, 19-21, dan 21-10. Kemenangan tersebut menjadi poin pertama Indonesia setelah sebelumnya tertinggal pada partai pembuka. Hasil Fajar/Fikri sekaligus menjaga peluang skuad Merah Putih untuk melaju ke semifinal.
Fajar/Fikri memasuki lapangan dengan beban cukup besar karena Indonesia tertinggal 0-1. Pada pertandingan pertama, Jonatan Christie gagal menyumbangkan angka setelah dikalahkan Leong Jun Hao. Kondisi tersebut membuat ganda pertama Indonesia harus menang agar Malaysia tidak memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Fajar/Fikri merespons tekanan tersebut dengan permainan agresif sejak gim pertama. Mereka mampu mengontrol tempo dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada Goh/Nur untuk mengembangkan permainan. Gim pembuka pun berhasil diamankan Indonesia dengan skor 21-15.
Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Goh/Nur meningkatkan tekanan dan mulai mampu mengimbangi pola permainan pasangan Indonesia. Kedua pasangan terlibat persaingan poin yang rapat hingga memasuki fase akhir gim. Fajar/Fikri berusaha menutup pertandingan dalam dua gim langsung, tetapi pasangan Malaysia mampu mempertahankan konsentrasi pada poin-poin penting. Goh/Nur akhirnya merebut gim kedua dengan skor tipis 21-19. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke gim penentuan.
Fajar/Fikri kemudian menunjukkan dominasi pada gim ketiga. Setelah kehilangan gim kedua, pasangan Indonesia mampu memperbaiki permainan dan kembali mengambil kendali pertandingan. Tekanan melalui servis, permainan depan net, serta serangan cepat membuat Goh/Nur kesulitan mengembangkan pola mereka. Selisih poin semakin melebar ketika pertandingan memasuki pertengahan gim. Fajar/Fikri tidak memberikan kesempatan kepada pasangan Malaysia untuk kembali mendekat. Gim ketiga akhirnya ditutup dengan kemenangan meyakinkan 21-10.
Kemenangan tersebut membuat kedudukan Indonesia dan Malaysia kembali sama kuat 1-1. Hasil itu sangat penting karena duel perempat final menggunakan format beregu dengan tim pertama yang mengumpulkan tiga kemenangan berhak melaju ke semifinal. Indonesia sebelumnya langsung mendapatkan tempat di perempat final berdasarkan posisi unggulan. Sementara Malaysia harus melewati babak 16 besar dengan mengalahkan Mongolia 3-0. Pertemuan kedua negara sejak awal diperkirakan berlangsung ketat karena masing-masing memiliki kekuatan pada sektor tunggal maupun ganda.
Setelah kedudukan menjadi 1-1, perjuangan Indonesia dilanjutkan Alwi Farhan pada partai ketiga. Tunggal putra Indonesia tersebut menghadapi Justin Hoh dalam pertandingan yang juga sangat penting untuk menentukan arah duel. Alwi kemudian berhasil memenangkan pertandingan dua gim langsung dengan skor identik 21-19, 21-19. Hasil itu membuat Indonesia berbalik memimpin 2-1 atas Malaysia. Dengan keunggulan tersebut, skuad Merah Putih hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk memastikan tiket semifinal.
Perubahan kedudukan dari tertinggal 0-1 menjadi unggul 2-1 memperlihatkan pentingnya kemenangan Fajar/Fikri. Apabila pasangan Indonesia kalah pada partai kedua, Malaysia akan berada dalam posisi sangat menguntungkan dengan keunggulan dua angka. Fajar/Fikri mampu mengatasi tekanan tersebut meskipun sempat kehilangan gim kedua. Permainan dominan pada gim penentuan menjadi pembeda sekaligus mengembalikan momentum kepada Indonesia. Alwi kemudian meneruskan momentum tersebut dengan kemenangan pada partai ketiga. Indonesia pun semakin dekat dengan babak empat besar.
Pada partai keempat, Indonesia menurunkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk menghadapi Aaron Chia/Tee Kai Wun. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama Indonesia untuk langsung mengunci kemenangan atas Malaysia. Apabila Leo/Daniel menang, skor menjadi 3-1 dan pertandingan kelima tidak perlu dimainkan. Namun, jika Malaysia mampu merebut partai keempat, duel harus dilanjutkan sampai pertandingan tunggal putra ketiga. Karena itu, persaingan tetap terbuka meskipun Indonesia telah membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Pemenang pertandingan Indonesia melawan Malaysia akan melaju ke semifinal beregu putra Asian Games 2026. Pada fase empat besar, pemenang duel tersebut dijadwalkan bertemu pemenang pertandingan Chinese Taipei melawan Thailand. Tiket semifinal juga memiliki arti penting karena nomor beregu memberikan medali perunggu kepada tim yang terhenti di babak empat besar. Dengan demikian, kemenangan di perempat final sekaligus memastikan setidaknya satu medali bagi tim yang lolos. Indonesia datang ke pertandingan ini dengan target mengembalikan tradisi medali bulu tangkis setelah hasil mengecewakan pada Asian Games sebelumnya.
Kemenangan Fajar/Fikri akhirnya menjadi titik penting dalam duel Indonesia melawan Malaysia. Setelah Jonatan gagal pada partai pembuka, pasangan ganda putra tersebut mengembalikan keseimbangan melalui kemenangan 21-15, 19-21, dan 21-10. Indonesia kemudian berbalik memimpin setelah Alwi Farhan menaklukkan Justin Hoh pada pertandingan ketiga. Perjuangan skuad Merah Putih masih berlanjut untuk mengamankan kemenangan ketiga yang memastikan tempat di semifinal. Hasil sementara tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi lebih baik setelah sempat tertinggal pada awal pertandingan.




