Jakarta, 9 September 2026 – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membidik tambahan penjualan sekitar Rp300 miliar melalui penyelenggaraan Alam Sutera Group Expo 2026. Pameran properti tersebut berlangsung pada 8-13 September 2026 di Main Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, dengan menghadirkan berbagai proyek hunian hingga properti komersial. Perseroan optimistis target tersebut dapat dicapai seiring meningkatnya permintaan pada semester kedua tahun ini. Dukungan pembiayaan dari perbankan juga menjadi salah satu strategi utama untuk mempercepat transaksi selama pameran berlangsung. Kemudahan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR diharapkan dapat membantu calon konsumen merealisasikan pembelian di tengah kebutuhan pembiayaan properti yang masih cukup tinggi.
Sales and Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan perseroan menargetkan transaksi setidaknya mencapai ratusan miliar rupiah dari pameran tersebut. Target sekitar Rp300 miliar telah diperhitungkan berdasarkan produk yang ditawarkan serta kemampuan pasar menyerap hunian dan properti komersial. Menjelang penyelenggaraan expo, transaksi yang telah tercatat bahkan disebut mencapai sekitar Rp160 miliar. Capaian tersebut memberikan optimisme bahwa tambahan transaksi masih dapat diperoleh selama periode pameran. Perseroan juga memanfaatkan momentum semester kedua untuk memperkenalkan sejumlah proyek baru kepada konsumen.
Produk yang ditawarkan Alam Sutera Group mempunyai rentang harga cukup luas, mulai sekitar Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Variasi tersebut memungkinkan perusahaan menyasar beberapa kelompok konsumen dengan kemampuan finansial dan kebutuhan yang berbeda. Meski demikian, produk hunian pada kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar tercatat menjadi salah satu kategori yang paling banyak diminati. Segmen tersebut menunjukkan konsumen kelas menengah masih menjadi pasar penting bagi pengembang. Di sisi lain, produk dengan nilai lebih tinggi tetap disiapkan untuk memenuhi permintaan konsumen premium maupun investor properti.
Profil pembeli hunian Alam Sutera selama ini banyak berasal dari kelompok karyawan swasta, terutama generasi milenial. Kelompok tersebut dinilai semakin aktif mencari hunian pertama maupun properti yang dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang. Namun, kemampuan membayar secara tunai masih menjadi tantangan sehingga fasilitas pembiayaan mempunyai pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Perseroan karena itu tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menggandeng perbankan agar konsumen mendapatkan skema pembayaran yang lebih terjangkau. Kolaborasi antara pengembang dan bank menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat mendorong pencapaian target penjualan Rp300 miliar.
Dalam pameran tersebut, Alam Sutera Group bekerja sama dengan sejumlah bank untuk menyediakan fasilitas KPR. Perbankan yang terlibat antara lain BCA, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon. Konsumen dapat membandingkan skema pembiayaan berdasarkan tenor, bunga, maupun persyaratan yang diberikan masing-masing bank. Kehadiran beberapa penyedia pembiayaan sekaligus memberikan pilihan lebih luas bagi calon pembeli. Perseroan berharap proses persetujuan KPR dapat berlangsung lebih cepat sehingga transaksi yang dilakukan selama pameran dapat segera direalisasikan.
Salah satu penawaran pembiayaan yang menjadi daya tarik adalah suku bunga tetap mulai 2,75 persen untuk periode tiga tahun. Untuk periode lima tahun, terdapat penawaran bunga tetap sekitar 3,3 persen dengan ketentuan yang berlaku dari perbankan terkait. Tingkat bunga tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga keterjangkauan cicilan konsumen. Dalam pembelian properti, perbedaan tingkat bunga dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap total pembayaran selama masa kredit. Karena itu, penawaran KPR kompetitif diharapkan dapat memperkuat minat masyarakat yang sebelumnya masih menunda keputusan membeli hunian.
Selain pembiayaan, berbagai program promosi juga disiapkan untuk mendorong transaksi selama Alam Sutera Group Expo 2026. Konsumen dapat memperoleh diskon hingga 20 persen untuk sejumlah unit pilihan serta tambahan cashback hingga 5 persen pada proyek tertentu. Terdapat pula program berupa voucher perjalanan hingga Rp20 juta serta fasilitas menginap di hotel yang telah ditentukan. Insentif tersebut diberikan dengan syarat dan ketentuan masing-masing produk. Strategi promosi menjadi bagian dari upaya perseroan menciptakan momentum pembelian selama periode pameran yang berlangsung kurang dari satu pekan.
Sejumlah proyek unggulan dibawa dalam pameran, mulai dari Suvarna Sutera, Sutera Nexen, Elevee, Ayodhya, The Gramercy, Sutera Rasuna hingga berbagai hunian di kawasan Alam Sutera Serpong. Perusahaan juga memperkenalkan produk baru seperti Ruko Veranda di Suvarna Sutera dan Nexen Business Park di kawasan Nexen. Selain itu, terdapat Cluster Rumi serta pengembangan kluster kelima Sutera Rasuna. Kehadiran produk baru memberikan tambahan pilihan bagi konsumen yang mencari hunian maupun properti untuk kebutuhan bisnis. Diversifikasi tersebut sekaligus menjadi strategi untuk menjaga sumber penjualan tidak bergantung pada satu proyek.
Program khusus bersama perbankan juga dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 September 2026. Melalui agenda bertajuk Bank Special Day, BRI dan Bank Danamon menawarkan sejumlah pilihan pembiayaan yang dirancang khusus selama penyelenggaraan expo. Program tersebut diharapkan mempertemukan konsumen secara langsung dengan pihak bank sehingga pertanyaan mengenai kemampuan kredit, cicilan, tenor, dan proses pengajuan dapat diselesaikan lebih cepat. Bagi pengembang, percepatan proses pembiayaan mempunyai peranan penting karena sebagian besar pembelian hunian menggunakan fasilitas KPR. Semakin mudah konsumen memperoleh kepastian pembiayaan, semakin besar pula kemungkinan transaksi dapat diselesaikan.
Target Rp300 miliar dari pameran juga menjadi bagian dari upaya Alam Sutera menjaga momentum pemasaran hingga akhir 2026. Semester kedua umumnya menjadi periode penting bagi pengembang untuk mengejar sasaran penjualan tahunan setelah mengevaluasi pencapaian enam bulan pertama. Peluncuran produk baru, program promosi, dan kolaborasi dengan perbankan dapat digunakan untuk mempercepat penyerapan unit yang tersedia. Perseroan juga perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi daya beli dan tingkat suku bunga yang memengaruhi keputusan konsumen. Segmen hunian Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar yang saat ini paling diminati menjadi salah satu pasar yang berpotensi terus dioptimalkan.
Alam Sutera Group tahun ini juga menandai perjalanan selama 32 tahun dalam mengembangkan kawasan properti. Perseroan menempatkan pengembangan ekosistem kawasan sebagai salah satu pendekatan untuk mempertahankan daya tarik proyeknya. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan bangunan rumah ketika melakukan pembelian, tetapi juga akses transportasi, fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka, serta perkembangan nilai kawasan. Faktor tersebut semakin penting ketika pembelian dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang. Pengembang karena itu perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan unit baru dan pengembangan fasilitas pendukung di sekitarnya.
Bagi ASRI, keberhasilan membukukan tambahan penjualan Rp300 miliar akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian marketing sales sekaligus menjadi indikator daya serap pasar pada semester kedua 2026. Perseroan mengandalkan kombinasi produk dengan rentang harga luas, peluncuran proyek baru, diskon, serta fasilitas KPR kompetitif untuk menarik konsumen selama pameran. Tingginya minat terhadap hunian Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar juga menunjukkan pasar menengah masih mempunyai ruang pertumbuhan yang cukup besar. Dengan transaksi yang telah mencapai sekitar Rp160 miliar menjelang penyelenggaraan, perusahaan masih mempunyai peluang mengejar target hingga pameran berakhir pada 13 September. Hasil expo tersebut nantinya menjadi salah satu tolok ukur momentum penjualan Alam Sutera menjelang penutupan tahun 2026.





