Jakarta, 8 November 2026 – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan rencana pengembangan lahan bawang putih seluas 120 ribu hektare melalui kerja sama dengan China. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi komoditas hortikultura sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pengembangan kawasan budidaya diharapkan mampu memperkuat pasokan bawang putih nasional dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Kerja sama internasional juga diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan bibit berkualitas.
Rencana pengembangan bawang putih tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan konsumsi nasional yang masih banyak dipenuhi melalui pasokan luar negeri. Indonesia memiliki potensi lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas budidaya bawang putih, terutama di wilayah dengan kondisi iklim yang sesuai. Namun, peningkatan produksi membutuhkan dukungan sarana pertanian, kualitas benih, dan kemampuan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat. Pemerintah berupaya mengatasi berbagai kendala tersebut melalui pengembangan kawasan produksi secara bertahap.
China menjadi salah satu mitra yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan industri bawang putih berskala besar. Negara tersebut dikenal sebagai produsen utama bawang putih dunia dengan dukungan teknologi pertanian dan sistem produksi yang berkembang. Melalui kerja sama ini, Indonesia berpeluang memperoleh manfaat dari pertukaran pengetahuan mengenai pemilihan varietas, pengelolaan lahan, dan peningkatan hasil panen. Meski demikian, penerapan teknologi tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kondisi iklim di Indonesia.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempatkan peningkatan produksi pangan sebagai salah satu prioritas dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengembangan bawang putih seluas 120 ribu hektare diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Program tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi petani melalui perluasan kegiatan budidaya dan pengolahan hasil pertanian. Keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan lahan, ketersediaan benih, serta pendampingan teknis yang diberikan kepada petani.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah perlu memperhatikan sistem distribusi dan pemasaran agar hasil panen dapat terserap dengan baik. Penguatan fasilitas penyimpanan menjadi penting karena bawang putih membutuhkan penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas dan mengurangi kerusakan. Ketersediaan infrastruktur transportasi juga berpengaruh terhadap kelancaran distribusi dari sentra produksi menuju pasar. Dengan pengelolaan rantai pasok yang baik, peningkatan produksi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Pengembangan kawasan bawang putih dalam skala besar memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kelompok tani. Penentuan lokasi budidaya harus mempertimbangkan kesesuaian lahan, ketersediaan air, serta dampak lingkungan. Program pendampingan juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menggunakan teknologi pertanian secara efektif. Selain itu, evaluasi berkala menjadi penting untuk memastikan perluasan lahan benar-benar diikuti peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Rencana kerja sama Indonesia dan China dalam pengembangan 120 ribu hektare bawang putih menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Namun, target tersebut masih membutuhkan pelaksanaan yang terukur agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Pemerintah diharapkan memastikan program memberikan manfaat langsung kepada petani sekaligus memperkuat daya saing produksi dalam negeri. Pengembangan teknologi, perbaikan infrastruktur, dan penguatan pasar menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Apabila berjalan sesuai rencana, perluasan budidaya bawang putih berpotensi membantu mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.




