Jakarta, 5 September 2026 – Pebiliar asal Riau, Albert Januarta, menyambut antusias kesempatan tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB POBSI 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 5–11 September 2026. Ajang tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti Kejurnas PB POBSI setelah sebelumnya menjalani berbagai proses latihan dan kompetisi di tingkat daerah. Albert tidak ingin sekadar hadir sebagai peserta, tetapi berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukur kemampuan menghadapi pebiliar terbaik dari berbagai wilayah Indonesia. Persiapan telah dilakukan agar dirinya mampu tampil maksimal sejak pertandingan pertama. Medali menjadi salah satu sasaran yang ingin diperjuangkan sekaligus menjadi motivasi untuk memberikan hasil terbaik bagi Riau.
Kejurnas PB POBSI 2026 digelar di lantai 4 iNews Tower, Jakarta, dengan melibatkan 189 atlet dari 28 provinsi. Jumlah peserta yang besar membuat persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena setiap daerah mengirimkan pebiliar yang telah melewati proses pembinaan dan seleksi. Selain menjadi arena perebutan prestasi nasional, kejuaraan tersebut menyediakan total hadiah mencapai Rp100 juta. Berbagai disiplin biliar dipertandingkan sehingga peserta mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan sesuai nomor masing-masing. Kehadiran atlet dari berbagai provinsi juga membuat Kejurnas menjadi salah satu tolok ukur perkembangan pembinaan biliar nasional.
Bagi Albert, tampil untuk pertama kalinya dalam Kejurnas memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kompetisi yang sebelumnya pernah diikuti. Ia mengaku senang akhirnya memperoleh kesempatan bersaing di panggung nasional dan ingin menjalani pertandingan dengan penuh sportivitas. Pengalaman menghadapi pemain dari daerah lain dinilai penting untuk mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki dalam permainannya. Tekanan pertandingan di level nasional juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mental seorang atlet. Karena itu, Albert berusaha menikmati kompetisi sekaligus menjaga konsentrasi agar dapat memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
Target membawa pulang medali juga menjadi bagian dari semangat kontingen Riau, khususnya atlet-atlet yang berasal dari Pekanbaru. Empat pebiliar Pekanbaru diberangkatkan untuk mengikuti Kejurnas 2026, yakni Roby, Abu Sidik, Tengku M Farhan, dan Ibrahim Mahdi. Roby dan Abu Sidik merupakan atlet binaan Rumah Biliar Golden Break, sedangkan Farhan dan Ibrahim berada dalam pembinaan POBSI Kota Pekanbaru. Mereka memiliki pengalaman dari berbagai kejuaraan sehingga keberangkatannya ke Jakarta tidak semata-mata ditujukan untuk menambah jumlah peserta. Kontingen berharap pengalaman dan persiapan yang telah dijalani dapat dikonversi menjadi prestasi ketika menghadapi persaingan nasional.
Ketua POBSI Kota Pekanbaru AKBP Supriyanto memasang target tinggi kepada atlet yang diberangkatkan. Medali emas menjadi sasaran utama, meskipun pihaknya berharap seluruh atlet memiliki kesempatan membawa pulang medali dari nomor yang mereka ikuti. Para pebiliar Pekanbaru akan bersaing dalam beberapa disiplin, mulai dari pool, snooker, English billiard hingga carom. Banyaknya nomor yang diikuti memberikan peluang sekaligus tantangan karena karakter persaingan pada setiap disiplin berbeda. Konsistensi, ketenangan mengambil keputusan, serta kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan akan menjadi faktor penting bagi atlet untuk melangkah jauh.
Keberangkatan para atlet menuju Kejurnas tahun ini juga menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan. Kebijakan efisiensi anggaran membuat dukungan finansial yang tersedia menjadi lebih terbatas, tetapi kondisi tersebut tidak menghentikan POBSI dan KONI Kota Pekanbaru untuk mengirimkan atlet. Dukungan dari rumah-rumah biliar yang berada di bawah naungan organisasi turut membantu memastikan para pebiliar tetap mendapatkan kesempatan bertanding. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pembinaan olahraga tidak hanya membutuhkan program latihan, tetapi juga kesempatan mengikuti kompetisi berkualitas. Tanpa jam terbang yang cukup, atlet akan sulit mengukur perkembangan kemampuan ketika berhadapan dengan lawan dari daerah lain.
Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru Achmad Faisal Reza turut memberikan motivasi kepada atlet sebelum keberangkatan. Para pebiliar diminta membawa nama baik daerah, mempertahankan konsentrasi, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi. Hasil berupa medali memang menjadi harapan, tetapi pengalaman bertanding di tingkat nasional juga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan jangka panjang. Kejurnas memberikan gambaran mengenai posisi kemampuan atlet Pekanbaru dibandingkan pemain dari provinsi lain. Evaluasi dari pertandingan nantinya dapat digunakan untuk menentukan aspek teknis maupun mental yang perlu ditingkatkan dalam program latihan berikutnya.
Modal prestasi biliar Pekanbaru sebelumnya cukup menjanjikan. Pada Kejuaraan Provinsi Biliar Riau 2025, Pekanbaru berhasil menjadi juara umum dengan mengumpulkan empat medali emas, lima perak, dan empat perunggu dari nomor-nomor yang dipertandingkan. Tengku M Farhan dan Roby termasuk atlet yang memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian tersebut. Catatan di tingkat provinsi menjadi modal kepercayaan diri, meskipun level persaingan Kejurnas tentu menghadirkan tantangan yang lebih berat. Atlet harus berhadapan dengan pemain dari berbagai daerah yang memiliki kualitas teknik, pengalaman, dan karakter permainan berbeda.
Kejurnas PB POBSI juga memiliki arti penting dalam sistem pembinaan atlet biliar Indonesia. Kompetisi multidisiplin memungkinkan organisasi melihat perkembangan pemain dari kategori dan nomor pertandingan yang berbeda sekaligus mencari atlet potensial untuk agenda yang lebih tinggi. PB POBSI terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi nasional sebagai salah satu jalan memperkuat prestasi Indonesia di level internasional. Bagi atlet daerah seperti Albert dan pebiliar Pekanbaru lainnya, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa pembinaan di daerah mampu menghasilkan pemain kompetitif. Performa menonjol di Kejurnas juga dapat membuka kesempatan mengikuti program pembinaan yang lebih intensif pada masa mendatang.
POBSI Pekanbaru bahkan telah menyiapkan langkah lanjutan setelah Kejurnas berakhir dengan rencana mengikutsertakan dua atlet dalam program latihan di Jakarta selama beberapa bulan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan teknik, mental pertandingan, serta memperbanyak jam terbang agar atlet dapat berkembang menuju level yang lebih tinggi. Dengan persaingan yang diikuti 189 atlet dari 28 provinsi, Kejurnas PB POBSI 2026 menjadi ujian penting bagi pebiliar Riau untuk menunjukkan hasil pembinaan selama ini. Albert Januarta dan atlet lainnya kini membawa semangat yang sama untuk tampil maksimal dan mengejar medali. Hasil di Jakarta nantinya diharapkan bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk melahirkan lebih banyak pebiliar Riau yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.





