Jakarta, 5 Mei 2026 – Insiden kekerasan terjadi di sebuah tempat usaha konveksi di Tasikmalaya setelah seorang kurir diduga menyiramkan cairan berbahaya kepada para pekerja. Akibat kejadian tersebut, sembilan pegawai mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini berlangsung secara tiba-tiba dan mengejutkan para korban yang tengah beraktivitas. Beberapa di antaranya mengalami luka serius akibat paparan cairan yang diduga bersifat korosif, sehingga langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan situasi. Polisi juga telah mengidentifikasi pelaku dan tengah melakukan pengejaran untuk segera menangkap yang bersangkutan.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa aksi tersebut dipicu oleh persoalan pribadi antara pelaku dan pihak konveksi. Namun, penyidik masih mendalami motif sebenarnya dengan memeriksa saksi serta mengumpulkan bukti tambahan.
Selain korban luka, kejadian ini juga menimbulkan trauma bagi para pekerja lainnya yang berada di lokasi saat insiden terjadi. Pihak berwenang mengimbau agar korban mendapatkan pendampingan, termasuk dukungan psikologis.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penyelesaian konflik secara damai serta pengawasan keamanan di lingkungan kerja. Tindakan kekerasan dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat berkomitmen untuk segera menangkap pelaku serta mengungkap seluruh fakta di balik kejadian tersebut.





