Jakarta, 30 September 2026 – Tim bulu tangkis Indonesia menuntaskan perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang enam medali. Rinciannya adalah dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor beregu maupun perorangan. Dua emas Merah Putih dipersembahkan tim beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Sementara itu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyumbangkan medali perak dari nomor ganda campuran. Tiga medali perunggu datang dari Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta tim beregu putri.
Pencapaian tim beregu putra menjadi salah satu hasil paling berkesan dalam perjalanan Indonesia di pesta olahraga Asia kali ini. Indonesia merebut emas setelah menaklukkan China dengan skor 3-2 dalam pertandingan final yang berlangsung sengit. Merah Putih bahkan sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan Fajar/Fikri kalah pada dua partai pembuka. Alwi Farhan kemudian memulai kebangkitan dengan mengalahkan Li Shi Feng, sebelum Leo/Daniel menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Mohammad Zaki Ubaidillah akhirnya memastikan kemenangan melalui keberhasilannya menundukkan Weng Hong Yang 23-21, 21-13.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 28 tahun untuk kembali menjadi juara beregu putra Asian Games. Sebelum keberhasilan di Aichi-Nagoya, emas terakhir pada nomor tersebut diraih Indonesia di Bangkok pada 1998. Kemenangan tahun ini menjadi gelar keenam Indonesia sepanjang sejarah nomor beregu putra Asian Games. Hal yang semakin menarik adalah peran besar sejumlah pemain muda dalam menentukan hasil final. Alwi yang masih berada dalam fase awal karier senior dan Ubaidillah yang berusia 19 tahun mampu tampil tenang ketika menghadapi tekanan besar melawan China.
Prestasi Indonesia kemudian berlanjut pada nomor perorangan melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Pasangan tersebut menaklukkan wakil China Liang Weikeng/Wang Chang dalam pertandingan final tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia mendapatkan emas kedua dari cabang bulu tangkis. Hasil itu terasa semakin penting karena Leo/Daniel sebelumnya juga memainkan peran krusial ketika Indonesia menjuarai nomor beregu putra. Konsistensi mereka sepanjang turnamen menunjukkan bahwa sektor ganda putra masih menjadi salah satu kekuatan penting Indonesia.
Regenerasi juga terlihat melalui keberhasilan Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah menembus persaingan pada level tertinggi Asia. Alwi bukan nama yang benar-benar baru setelah sebelumnya meraih sejumlah prestasi pada turnamen internasional, termasuk gelar Indonesia Masters dan Australia Open 2026. Ubaidillah juga telah menunjukkan perkembangan dengan menjuarai Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya bersaing pada level junior. Asian Games memberikan keduanya panggung yang lebih besar untuk menguji kemampuan menghadapi pemain papan atas Asia. Kontribusi mereka dalam keberhasilan beregu putra menjadi salah satu indikasi bahwa proses transisi generasi mulai memberikan hasil.
PP PBSI sebelumnya menilai keberhasilan nomor beregu sebagai perkembangan positif dari program pembinaan yang sedang dijalankan. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyoroti kemampuan pemain Indonesia membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2 dari China sebagai gambaran kekuatan dan semangat tim. Hasil pada nomor beregu putra maupun putri juga dinilai sesuai dengan target yang telah dipersiapkan. Kehadiran pemain muda bersama atlet yang lebih berpengalaman membuat Indonesia mempunyai komposisi yang relatif berimbang. Pola tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan prestasi ketika sejumlah pemain senior nantinya mulai memberikan tempat kepada generasi berikutnya.
Enam medali dari Aichi-Nagoya menjadi modal penting bagi bulu tangkis Indonesia untuk melanjutkan program jangka panjang menuju berbagai kejuaraan besar berikutnya. Dua emas memperlihatkan kemampuan Indonesia tetap bersaing dengan kekuatan utama Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, sementara munculnya pemain muda memberikan tambahan pilihan di beberapa sektor. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi mereka ketika menghadapi kalender turnamen internasional yang panjang dan persaingan yang terus berkembang. Pembinaan usia muda juga perlu diteruskan agar keberhasilan satu generasi tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat. Hasil Asian Games 2026 setidaknya memberikan tanda bahwa investasi pada regenerasi mulai diterjemahkan menjadi prestasi di panggung senior.




