Waropen, 28 September 2026 –
Anggota DPRK Waropen dari Partai Perindo, Kaleb Woisiri, mendorong penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Waropen, Papua. Ia menilai daerah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Penguatan produksi lokal dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah. Menurut Kaleb, sektor pangan juga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat kampung hingga kabupaten.
Pernyataan tersebut disampaikan Kaleb dalam momentum Hari Tani Nasional 2026. Ia menilai sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Waropen karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan sumber penghasilan warga. Potensi lahan serta sumber daya lokal dinilai perlu dikelola lebih optimal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Upaya itu diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya bergantung pada barang dan komoditas yang didatangkan dari wilayah lain.
Kaleb juga mendorong pemerintah daerah membangun ekosistem yang mendukung peningkatan produktivitas masyarakat. Dukungan tersebut antara lain berupa pendampingan, akses permodalan, serta ketersediaan sarana produksi yang memadai. Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan berkelanjutan agar potensi pangan lokal dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. Penguatan dari sisi produksi juga perlu diikuti dengan akses pasar sehingga hasil pertanian masyarakat mempunyai nilai ekonomi yang lebih baik.
Persoalan ketahanan pangan memang menjadi tantangan penting bagi Waropen. Data Indeks Ketahanan Pangan Badan Pangan Nasional mencatat Waropen memiliki skor 45,34 pada 2025 dan masuk kategori sangat rentan. Angka tersebut menurun dibandingkan skor 48,76 pada 2024 yang ketika itu menempatkan Waropen dalam kategori rentan. Data tersebut memperlihatkan bahwa penguatan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan masih menjadi pekerjaan penting bagi daerah.
Pengembangan produksi lokal berpotensi memberikan dampak yang lebih luas apabila terhubung dengan rantai ekonomi masyarakat. Hasil pertanian yang meningkat dapat mendorong kegiatan perdagangan, distribusi, pengolahan, hingga membuka kesempatan usaha baru. Namun, peningkatan produksi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan akses distribusi agar hasil masyarakat dapat menjangkau pasar secara efisien. Karena itu, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan bahan makanan, tetapi juga dengan pembangunan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Kaleb menyatakan Partai Perindo akan terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil serta memperkuat kemandirian ekonomi di daerah. Dalam konteks Waropen, pengembangan pangan lokal dipandang sebagai salah satu jalan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang dinikmati masyarakat setempat. Pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting agar pembangunan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Kebijakan daerah juga diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan usaha bagi masyarakat.
Penguatan ketahanan pangan pada akhirnya membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, petani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Potensi Waropen dapat memberikan manfaat lebih besar apabila dikelola dengan dukungan produksi, permodalan, pendampingan, dan akses pasar yang terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian, kemandirian pangan dapat berkembang menjadi salah satu fondasi penguatan ekonomi masyarakat Waropen.




