Solo, 8 September 2026 – Penyerang muda Timnas Indonesia U-20 Arkhan Kaka Putra Purwanto resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Persis Solo setelah sekitar lima tahun menjadi bagian dari Laskar Sambernyawa. Keputusan tersebut diumumkan tidak lama setelah dirinya membantu Garuda Nusantara memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Arkhan memilih melanjutkan perjalanan karier bersama Garudayaksa FC, klub promosi yang akan berkompetisi di Super League 2026-2027. Kepindahan tersebut menjadi langkah penting bagi pemain yang baru berusia 19 tahun itu untuk mempertahankan persaingan di level tertinggi sepak bola nasional. Terdegradasinya Persis Solo ke Championship turut menjadi latar belakang keputusan Arkhan mencari tantangan baru.
Arkhan menyampaikan salam perpisahan kepada Persis melalui akun media sosial pribadinya pada Senin, 7 September 2026. Dalam unggahan tersebut, ia mengenang perjalanan panjang bersama klub yang memberikan kesempatan kepadanya berkembang sejak usia sangat muda. Arkhan menutup pesannya dengan ucapan terima kasih sekaligus mencantumkan periode kebersamaannya dengan Persis dari 2021 hingga 2026. Unggahan tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan sang penyerang bersama klub asal Kota Solo itu telah berakhir. Perpisahan terasa semakin emosional karena Persis merupakan klub profesional pertama yang memiliki peranan besar dalam perjalanan kariernya.
Keputusan Arkhan meninggalkan Persis sebenarnya sudah terlihat beberapa hari sebelum dirinya menyampaikan salam perpisahan. Garudayaksa FC telah lebih dahulu memperkenalkan Arkhan sebagai pemain baru pada Kamis, 3 September 2026. Klub promosi tersebut menempatkan penyerang Timnas Indonesia U-20 itu sebagai salah satu tambahan penting untuk memperkuat skuad menghadapi Super League. Nama Arkhan bahkan sudah tercantum sebagai pemain Garudayaksa ketika daftar skuad Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 diumumkan. Karena itu, pesan perpisahannya lebih menjadi penutup resmi terhadap perjalanan panjang bersama Persis.
Kepindahan ke Garudayaksa juga berkaitan dengan perubahan situasi Persis Solo setelah harus turun kasta ke Championship. Bagi Arkhan yang sedang berada dalam fase penting pengembangan karier, kesempatan bermain di kompetisi kasta tertinggi menjadi pertimbangan besar. Pada usia 19 tahun, dirinya membutuhkan pertandingan kompetitif dan menit bermain untuk melanjutkan perkembangan sebagai penyerang. Garudayaksa memberikan kesempatan tersebut setelah berhasil mendapatkan promosi ke Super League 2026-2027. Tantangan berikutnya bagi Arkhan adalah memenangkan persaingan mendapatkan tempat utama di klub barunya.
Ketertarikan Garudayaksa terhadap Arkhan bukan muncul secara tiba-tiba. Manajemen klub telah memantau kualitas sang pemain dan menilai karakter permainannya sesuai dengan kebutuhan tim. CEO Garudayaksa FC Reza Anugrah sebelumnya mengungkapkan permainan Arkhan diperlihatkan kepada pelatih Milos Joksic sebelum keputusan perekrutan dibuat. Pelatih kemudian memberikan respons positif terhadap kemampuan penyerang muda tersebut. Kehadirannya diharapkan memberikan tambahan opsi pada lini depan sekaligus menjadi bagian dari proyek Garudayaksa membangun tim yang mampu bersaing setelah promosi.
Arkhan meninggalkan Persis dengan sejumlah catatan penting yang membuat namanya dikenal sejak usia belia. Ia mendapatkan kesempatan debut di kompetisi kasta tertinggi Indonesia ketika usianya masih 15 tahun, tujuh bulan, dan dua hari pada April 2023. Kesempatan tersebut menjadikannya salah satu pemain termuda yang tampil di kompetisi teratas sepak bola Indonesia. Perkembangannya berlanjut ketika ia mencetak gol ke gawang Borneo FC pada Oktober 2024 dalam usia 17 tahun, satu bulan, dan 17 hari. Gol tersebut membuat Arkhan mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga 1 pada saat itu.
Perjalanan bersama Persis juga berjalan beriringan dengan perkembangan Arkhan di berbagai kelompok usia Timnas Indonesia. Namanya sudah mendapatkan perhatian ketika memperkuat Indonesia di Piala Dunia U-17 2023. Pada turnamen tersebut, Arkhan mencetak gol ketika Indonesia menghadapi Ekuador dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol bagi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia U-17. Pengalaman internasional sejak usia muda kemudian membuatnya terus mendapatkan kesempatan pada jenjang tim nasional berikutnya. Kini, Arkhan menjadi salah satu pemain yang dipersiapkan dalam proyek Timnas Indonesia U-20 di bawah arahan Nova Arianto.
Perpisahan dengan Persis datang tepat setelah Arkhan menyelesaikan tugas penting bersama Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Indonesia berhasil menjadi juara Grup H dengan mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Garuda Nusantara mengawali perjalanan dengan bermain imbang 0-0 menghadapi Malaysia sebelum menundukkan Laos dengan skor 3-0. Pada pertandingan penentuan, Indonesia berhasil mengalahkan juara bertahan Australia 2-0 di Vientiane, Laos. Hasil tersebut memastikan Indonesia lolos langsung ke putaran final sebagai pemuncak klasemen grup.
Arkhan mendapatkan kepercayaan tampil sebagai starter dalam dua pertandingan sepanjang kualifikasi. Meski tidak menjadi pencetak gol utama dalam perjalanan tersebut, kontribusinya sebagai penyerang membantu struktur permainan Indonesia ketika membangun tekanan terhadap pertahanan lawan. Tim asuhan Nova Arianto juga menunjukkan keseimbangan permainan yang kuat dengan mencetak lima gol dan tidak kebobolan sepanjang tiga pertandingan. Kemenangan atas Australia menjadi hasil paling penting karena sekaligus memperlihatkan kemampuan Indonesia bersaing dengan salah satu kekuatan utama sepak bola kelompok usia Asia. Keberhasilan itu menjadi modal besar sebelum menghadapi putaran final tahun depan.
Piala Asia U-20 2027 akan menjadi tantangan berikutnya bagi Arkhan dan rekan-rekannya karena Indonesia membawa target lebih tinggi daripada sekadar lolos dari kualifikasi. Garuda Nusantara membutuhkan hasil terbaik untuk membuka peluang menuju Piala Dunia U-20 2027. Karena itu, perkembangan para pemain di level klub selama beberapa bulan mendatang akan menjadi bagian penting dari persiapan tim nasional. Bagi Arkhan, kepindahan ke Garudayaksa memberikan kesempatan mempertahankan ritme pertandingan di kompetisi kasta tertinggi. Menit bermain yang konsisten dapat menjadi modal untuk mempertahankan posisinya dalam skuad Nova Arianto.
Berakhirnya perjalanan Arkhan bersama Persis pada akhirnya menjadi titik perubahan penting dalam kariernya. Klub asal Solo tersebut menjadi tempat dirinya berkembang dari pemain muda hingga mencatatkan berbagai rekor dan memperoleh kesempatan membela Indonesia di level internasional. Namun, terdegradasinya Persis membuat Arkhan memilih membuka lembaran baru bersama Garudayaksa yang akan tampil di Super League 2026-2027. Keputusan itu datang pada momentum positif setelah dirinya membantu Indonesia memastikan tempat di Piala Asia U-20 2027. Kini, tantangan Arkhan adalah membuktikan bahwa kepindahannya dapat memberikan ruang lebih besar untuk berkembang sekaligus mematangkan dirinya sebagai salah satu penyerang muda yang diproyeksikan menjadi bagian masa depan Timnas Indonesia.




