Jakarta, 4 September 2026 – Fabio Di Giannantonio menyambut positif keputusan KTM merekrut Luca Marini untuk memperkuat proyek MotoGP mereka mulai musim 2027. Marini, yang merupakan adik tiri legenda MotoGP Valentino Rossi, akan bergabung dengan tim satelit Tech3 setelah menyelesaikan perjalanannya bersama Honda. Di Giannantonio menilai KTM telah mengambil keputusan tepat karena Marini mempunyai pengalaman panjang bersama sejumlah pabrikan dan dikenal memiliki kemampuan memberikan masukan teknis yang detail. Kehadiran pembalap Italia tersebut dinilai dapat membantu KTM dalam proses pengembangan motor menghadapi era baru MotoGP. Di Giannantonio sendiri juga akan menjadi bagian dari proyek KTM pada 2027 setelah meninggalkan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk bergabung dengan skuad pabrikan. Dengan demikian, keduanya akan kembali berada dalam lingkungan pabrikan yang sama meskipun membela tim berbeda.
Di Giannantonio mengaku senang mengetahui Marini tetap mendapatkan tempat di grid MotoGP untuk musim mendatang. Hubungan keduanya bukan sekadar sebagai sesama pembalap Italia karena mereka telah saling mengenal sejak lama dan pernah menjalani periode awal karier MotoGP dalam lingkungan Ducati. Marini mulai berlaga di kelas utama bersama VR46 pada 2021, sementara Di Giannantonio menyusul setahun kemudian bersama Gresini Racing. Pengalaman menjalani kompetisi pada periode yang hampir bersamaan membuat keduanya cukup memahami karakter serta kemampuan masing-masing. Bagi Di Giannantonio, Marini merupakan sosok yang memiliki kualitas lebih besar daripada yang terkadang terlihat hanya dari hasil akhir sebuah balapan. Ia juga menilai pengalaman Marini dapat menjadi aset berharga ketika KTM memasuki periode pengembangan penting.
Salah satu keunggulan Marini yang mendapatkan perhatian Di Giannantonio adalah kemampuannya dalam memberikan umpan balik teknis. Seorang pembalap MotoGP tidak hanya dituntut cepat ketika berada di lintasan, tetapi juga harus mampu menjelaskan perilaku motor kepada para teknisi secara akurat. Informasi mengenai pengereman, akselerasi, traksi, karakter mesin, hingga respons bagian depan dan belakang motor menjadi bahan penting bagi tim dalam menentukan arah pengembangan. Marini telah memperoleh pengalaman dengan Ducati dan Honda sehingga memiliki referensi mengenai karakter motor dari dua pabrikan berbeda. Pengalaman tersebut akan semakin bernilai ketika dirinya mulai bekerja menggunakan motor KTM. Di Giannantonio meyakini kemampuan analisis Marini dapat memberikan kontribusi yang dibutuhkan untuk membuat paket KTM semakin kompetitif.
Perpindahan Marini juga menjadi bagian dari perubahan besar komposisi pembalap MotoGP menuju musim 2027. KTM melakukan perombakan dengan mendatangkan sejumlah nama yang diharapkan dapat memperkuat proyek mereka ketika regulasi teknis baru mulai diberlakukan. Di Giannantonio sendiri telah memastikan kepindahan dari VR46 menuju Red Bull KTM Factory Racing setelah mencapai kesepakatan untuk menjadi pembalap pabrikan. Ia akan berada satu tim dengan Alex Marquez, sementara Marini memperkuat struktur KTM melalui Tech3. Komposisi tersebut memberikan KTM sejumlah pembalap dengan pengalaman menggunakan Ducati maupun Honda. Keragaman pengalaman itu berpotensi memberikan lebih banyak informasi kepada para insinyur ketika mengembangkan generasi baru motor mereka.
Kepindahan Di Giannantonio menuju KTM sebelumnya menjadi salah satu perkembangan penting dalam bursa pembalap. Pembalap berusia 27 tahun tersebut memilih meninggalkan lingkungan Ducati setelah mendapatkan kesempatan menjadi pembalap pabrikan bersama KTM. Keputusan itu sekaligus mengakhiri perjalanannya bersama tim milik Valentino Rossi setelah musim 2026 selesai. Di Giannantonio sebelumnya sempat menunggu kepastian mengenai masa depannya dari Ducati dan VR46, tetapi kemudian menerima tawaran KTM. Kesempatan mendapatkan status pembalap pabrikan menjadi langkah penting dalam kariernya setelah beberapa musim membangun reputasi bersama Ducati. Kepindahannya juga membuka kursi di VR46 yang kemudian menjadi salah satu posisi paling diperbincangkan dalam bursa pembalap MotoGP.
Menariknya, Di Giannantonio menunjukkan performa kuat setelah keputusan mengenai masa depannya mulai terbentuk. Ia berhasil memberikan kemenangan MotoGP kepada VR46 pada seri Catalunya 2026, sebuah hasil yang bahkan membuat Valentino Rossi sempat bercanda mempertanyakan kembali keputusannya untuk pergi. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Di Giannantonio sekaligus menunjukkan kemampuannya bersaing di barisan terdepan. Performanya sepanjang musim juga membuat KTM mendapatkan pembalap yang datang dengan pengalaman mengendarai motor Ducati spesifikasi kompetitif. Pengetahuan tersebut dapat menjadi referensi tambahan ketika ia mulai bekerja dengan insinyur KTM. Namun tantangan besar tetap menantinya karena karakter motor KTM tentu berbeda dari Ducati yang telah digunakannya selama beberapa musim terakhir.
Marini mempunyai perjalanan yang berbeda sebelum akhirnya memilih proyek KTM. Setelah beberapa musim bersama VR46 Ducati, ia mengambil keputusan besar dengan bergabung bersama tim pabrikan Honda. Kepindahan tersebut memberinya pengalaman menghadapi proses pengembangan motor dalam situasi yang menuntut banyak perubahan teknis. Meskipun hasil di lintasan tidak selalu mencerminkan kemajuan secara langsung, pengalaman bekerja dalam proyek pengembangan dapat menjadi bekal penting untuk langkah berikutnya. Di Giannantonio melihat aspek tersebut sebagai salah satu alasan Marini menjadi rekrutan yang tepat. KTM tidak hanya mendapatkan pembalap untuk mengisi kursi Tech3, tetapi juga seseorang yang terbiasa bekerja secara intensif bersama teknisi untuk mencari solusi terhadap persoalan motor.
Kehadiran Marini di Tech3 juga memperlihatkan bahwa posisi tim satelit semakin penting dalam struktur pabrikan MotoGP. Empat motor yang berada dalam satu ekosistem memungkinkan KTM mengumpulkan data lebih banyak selama setiap akhir pekan balapan. Pembalap dapat mencoba konfigurasi berbeda sebelum informasi dibandingkan untuk menentukan arah pengembangan yang paling efektif. Dalam kondisi tersebut, kemampuan Marini memberikan umpan balik dapat memberikan manfaat bukan hanya kepada Tech3, tetapi juga tim pabrikan yang akan diperkuat Di Giannantonio. Pertukaran informasi teknis menjadi semakin penting ketika kompetisi memasuki regulasi baru. Setiap pabrikan harus menemukan konsep terbaik dalam waktu relatif singkat agar tidak tertinggal dari rival pada fase awal pengembangan.
Hubungan Marini dengan Valentino Rossi turut membuat kepindahan tersebut menarik perhatian. Marini merupakan adik tiri Rossi dan pernah memperkuat VR46 Racing Team yang dibangun sang legenda MotoGP. Namun perjalanan kariernya kemudian berkembang secara independen setelah memutuskan meninggalkan VR46 untuk bergabung dengan Honda. Kepindahan menuju KTM menjadi babak berikutnya yang kembali mempertemukannya secara tidak langsung dengan Di Giannantonio, pembalap yang pernah mengisi kursi VR46 setelah kepergiannya. Situasi tersebut menciptakan hubungan unik antara kedua pembalap Italia menjelang musim 2027. Mereka pernah berada dalam lingkungan berbeda, tetapi akhirnya akan membawa pengalaman masing-masing menuju proyek KTM yang sama.
Di Giannantonio pada akhirnya melihat perekrutan Marini sebagai langkah yang dapat memperkuat KTM menghadapi tantangan musim 2027. Pengalaman menggunakan motor dari pabrikan berbeda, kemampuan analisis teknis, serta pendekatan kerja Marini dinilai menjadi kombinasi yang dibutuhkan dalam periode perubahan besar MotoGP. Bagi Di Giannantonio, keberadaan pembalap yang sudah dikenalnya juga memberikan keuntungan ketika dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan baru setelah meninggalkan VR46 dan Ducati. Meski keduanya akan berada di tim berbeda, data dan masukan yang mereka hasilkan dapat digunakan untuk tujuan pengembangan yang sama. KTM kini memiliki kesempatan menggabungkan pengalaman para rekrutan barunya dengan sumber daya teknis yang dimiliki pabrikan Austria tersebut. Musim 2027 pun akan menjadi ujian untuk melihat apakah kombinasi Di Giannantonio, Marini, dan struktur baru KTM mampu menghasilkan lompatan performa di tengah perubahan besar regulasi MotoGP.





