Jakarta, 28 Agustus 2026 – Karnaval budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diwarnai insiden yang membuat warga panik. Sebuah mobil pikap yang membawa tumpukan sound system menyenggol pos kamling hingga roboh dan menimpa sejumlah penonton.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.50 WIB. Tiga warga mengalami luka setelah tertimpa material bangunan dan perangkat sound system.
Sound System Tersangkut Pos Kamling
Insiden bermula ketika mobil Isuzu Traga bernomor polisi L 8456 AB melintas mengikuti rombongan karnaval. Kendaraan tersebut membawa enam unit subwoofer sound system LA Audio.
Saat melewati tikungan di jalan yang cukup sempit, bagian belakang tumpukan sound system diduga menyenggol pos kamling yang berada di sisi jalan.
Benturan tersebut membuat bangunan pos kamling roboh. Pada saat bersamaan, sejumlah perangkat sound system ikut terjatuh ke arah warga yang sedang menyaksikan karnaval.
Tiga Warga Mengalami Luka
Tiga warga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Mereka masing-masing Siah (45), Tian (9), dan Bela (10).
Siah mengalami benjolan di kepala serta memar pada kaki kiri. Sementara Tian mengalami benjolan pada bagian dahi kanan. Adapun Bela mengalami luka lecet pada tangan dan kaki.
Ketiganya langsung dievakuasi ke Puskesmas Nogosari untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban tidak sampai harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Sopir Sempat Berganti
Camat Rambipuji Roni Herman Baza menjelaskan, rombongan karnaval berangkat sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelum tiba di lokasi kejadian, posisi pengemudi pikap sempat berganti.
Saat kendaraan tiba di tikungan Dusun Gumuksari sekitar pukul 21.50 WIB, bagian belakang tumpukan sound system kemudian menyenggol pos kamling hingga roboh.
Petugas masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan penyebab kendaraan dan muatan sound system dapat menyenggol bangunan di sisi jalan.
Kendaraan Tinggalkan Lokasi
Setelah kejadian, kendaraan pengangkut sound system sempat melakukan pembenahan terhadap muatannya. Setelah itu, pikap tersebut meninggalkan lokasi dan tidak melanjutkan kegiatan karnaval.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk pengemudi dan sejumlah saksi.
Panitia Siap Tanggung Pengobatan
Panitia Karnaval Budaya Desa Curahmalang menyatakan siap membantu biaya pengobatan ketiga warga yang menjadi korban.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta karnaval agar memastikan muatan sound system tidak melebihi kapasitas serta meningkatkan kehati-hatian saat kendaraan melintas di jalan yang sempit atau memiliki tikungan.
Keselamatan Jadi Sorotan
Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam kegiatan karnaval, terutama ketika kendaraan membawa perangkat sound system berukuran besar.
Selain kondisi kendaraan, ukuran dan posisi muatan perlu diperhitungkan agar tidak membahayakan bangunan maupun masyarakat yang berada di sepanjang jalur karnaval.
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, rangkaian Karnaval Budaya Desa Curahmalang secara keseluruhan tetap berlangsung.
Tiga warga terluka setelah pos kamling di Dusun Gumuksari, Jember, roboh akibat tersenggol tumpukan sound horeg yang dibawa mobil pikap saat karnaval. Para korban telah mendapat penanganan medis, sementara polisi masih menyelidiki penyebab insiden dan meminta keterangan dari pihak terkait.





