Lombok, 9 Oktober 2026 – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama mengawali rangkaian Moto3 Mandalika 2026 dengan hasil positif setelah menempati posisi ke-10 pada sesi latihan bebas pertama atau FP1, Jumat (9/10/2026). Pembalap Honda Team Asia tersebut mampu bersaing di kelompok depan dalam sesi pembuka yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Sementara itu, David Almansa tampil sebagai pembalap tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik sepanjang sesi. Hasil tersebut menjadi modal awal bagi Veda sebelum menghadapi sesi berikutnya. Terlebih, ia menjalani akhir pekan balapan kali ini di hadapan pendukung Indonesia.
Veda mencatatkan waktu terbaik 1 menit 38,740 detik dalam sesi latihan bebas pertama. Catatan tersebut membuatnya terpaut sekitar 1,225 detik dari Almansa yang berada di posisi teratas. Pembalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu sekitar 1 menit 37,515 detik untuk memimpin daftar hasil FP1. Persaingan berlangsung cukup ketat karena sejumlah pembalap terus memperbaiki catatan waktunya menjelang akhir sesi. Kondisi tersebut membuat posisi di papan waktu beberapa kali mengalami perubahan.
Bagi Veda, keberhasilan menempati posisi ke-10 menjadi awal yang cukup menjanjikan dalam menghadapi seri kandang. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut memiliki pengalaman cukup panjang dengan karakter Sirkuit Mandalika. Ia pernah meraih hasil impresif ketika berlomba di lintasan yang sama pada berbagai kompetisi sebelum tampil di Kejuaraan Dunia Moto3. Pengetahuan mengenai titik pengereman, karakter tikungan, dan perubahan kondisi lintasan dapat menjadi modal tambahan. Namun, level persaingan Moto3 membuat setiap detail tetap harus diperhitungkan secara cermat.
Sepanjang FP1, Veda berusaha membangun ritme sekaligus mencari pengaturan motor yang sesuai dengan karakter Mandalika. Sesi latihan tidak hanya digunakan untuk mengejar catatan waktu tercepat, tetapi juga mengumpulkan data mengenai performa ban dan keseimbangan motor. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan Honda Team Asia untuk menentukan arah pengembangan setelan. Veda masih memiliki kesempatan memperbaiki sejumlah sektor yang membuatnya kehilangan waktu. Selisih dengan pembalap terdepan menjadi salah satu aspek yang akan dievaluasi sebelum sesi selanjutnya.
David Almansa di sisi lain memperlihatkan kecepatan sejak awal rangkaian Moto3 Mandalika. Keberhasilannya menjadi yang tercepat menunjukkan kesiapan menghadapi akhir pekan balapan di Indonesia. Namun, hasil FP1 belum dapat dijadikan gambaran mutlak mengenai persaingan pada kualifikasi maupun balapan utama. Kondisi lintasan dapat berubah seiring semakin banyaknya lap yang dilalui para pembalap. Temperatur aspal dan cuaca Mandalika juga berpotensi memengaruhi performa motor serta pilihan ban.
Posisi ke-10 membuat Veda memiliki dasar yang cukup baik untuk meningkatkan performanya pada sesi berikutnya. Fokus utama kini adalah memangkas selisih waktu dengan kelompok terdepan sekaligus menjaga konsistensi ketika menjalani rangkaian lap. Kesalahan kecil pada pengereman atau keluar tikungan dapat menghasilkan perbedaan waktu yang cukup besar dalam persaingan Moto3. Karena itu, peningkatan tidak hanya bergantung pada kecepatan maksimal motor. Konsistensi dan kemampuan menyusun satu putaran cepat menjadi faktor penting menjelang kualifikasi.
Penampilan Veda mendapatkan perhatian khusus karena dirinya menjadi salah satu harapan Indonesia pada rangkaian balapan Mandalika tahun ini. Dukungan penonton tuan rumah memberikan atmosfer berbeda dibandingkan seri-seri lainnya dalam kalender Moto3. Meski demikian, Veda berusaha menjaga fokus agar tekanan tampil di kandang tidak mengganggu performanya. Target utama tetap menjalani setiap sesi secara bertahap dan memahami perkembangan kondisi motor. Hasil FP1 menjadi pijakan awal sebelum persaingan meningkat pada sesi berikutnya.
Rangkaian Moto3 Mandalika 2026 masih menyisakan sejumlah sesi penting sebelum balapan utama digelar pada Minggu, 11 Oktober 2026. Veda Ega Pratama memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan waktu sekaligus meningkatkan posisi sebelum menentukan tempat start. Hasil posisi ke-10 pada latihan bebas pertama menunjukkan pembalap muda Indonesia tersebut mampu berada dalam persaingan kompetitif sejak hari pertama. Sementara David Almansa untuk sementara menjadi pembalap yang harus dikejar setelah memimpin catatan waktu. Perkembangan pada sesi berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat seberapa besar peluang Veda bersaing di kelompok depan pada balapan kandangnya.




