Solo, 30 April 2026 – Sebanyak 1.700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia turut memeriahkan gelaran tahunan Solo Menari 2026 yang digelar di kawasan Titik Nol Solo. Acara ini menjadi salah satu bentuk pelestarian seni tari tradisional sekaligus daya tarik wisata budaya di Kota Solo.
Ribuan penari yang terdiri dari pelajar, komunitas seni, hingga seniman profesional tampil serempak dalam koreografi kolosal yang memukau. Dengan mengenakan kostum tradisional yang penuh warna, mereka membawakan berbagai tarian khas Nusantara yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Wali Kota Surakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Solo Menari merupakan agenda budaya yang tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata daerah. “Kami ingin menjadikan Solo sebagai pusat budaya yang dikenal secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Tema yang diusung tahun ini menitikberatkan pada harmoni budaya dan keberagaman, dengan pesan persatuan melalui seni. Penampilan para peserta tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam setiap gerakan tari tradisional.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya kawasan Titik Nol yang dipenuhi penonton sejak pagi hari. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan spektakuler ini.
Selain pertunjukan tari, acara juga diramaikan dengan pameran UMKM, kuliner khas Solo, serta berbagai aktivitas seni lainnya. Hal ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil.
Panitia penyelenggara menyebutkan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap seni tari. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah ekspresi sekaligus edukasi budaya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Solo Menari 2026, Kota Solo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia. Event ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, serta menarik lebih banyak perhatian dunia terhadap kekayaan seni Indonesia.






