Sangihe, 9 Juni 2026 – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak cepat dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe dan menyebabkan sejumlah warga terisolasi akibat terganggunya akses transportasi serta infrastruktur dasar. Kondisi tersebut menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam mendapatkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta akses komunikasi di beberapa titik terdampak. Puan menegaskan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini. Ia juga meminta koordinasi lintas lembaga diperkuat agar proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Gempa yang terjadi dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum serta memutus akses jalan di beberapa wilayah yang terdampak paling parah. Kondisi geografis Kepulauan Sangihe yang terdiri dari wilayah kepulauan membuat proses penanganan menjadi lebih kompleks karena bergantung pada kondisi cuaca dan transportasi laut. Beberapa desa dilaporkan sempat sulit dijangkau akibat gangguan pada jalur distribusi bantuan. Pemerintah daerah bersama aparat terkait saat ini terus melakukan upaya penanganan darurat dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan bantuan segera. Proses pendataan kerusakan dan jumlah warga terdampak juga masih terus dilakukan secara bertahap.
Puan Maharani menekankan bahwa situasi darurat seperti ini membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen pemerintah untuk mencegah memburuknya kondisi warga di lapangan. Ia meminta agar distribusi bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, segera dipastikan sampai ke lokasi yang terisolasi. Selain itu, ia juga mendorong agar tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah dapat bekerja secara terkoordinasi untuk mempercepat proses penanganan bencana. Menurutnya, keterlambatan dalam penanganan dapat memperburuk dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat terdampak.
Pemerintah pusat melalui instansi terkait disebut telah mulai mengirimkan bantuan tambahan ke wilayah Sangihe, termasuk tim evakuasi dan logistik darurat. Namun, tantangan utama masih terletak pada akses menuju lokasi-lokasi yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi alam. Beberapa jalur transportasi darat dilaporkan mengalami gangguan, sementara jalur laut dan udara sangat bergantung pada kondisi cuaca. Dalam situasi seperti ini, koordinasi lapangan menjadi faktor penting agar bantuan dapat disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Pengamat kebencanaan menilai bahwa kejadian ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur di wilayah rawan bencana, terutama di daerah kepulauan yang memiliki akses terbatas. Mereka menekankan bahwa sistem mitigasi bencana harus diperkuat tidak hanya pada tahap respons, tetapi juga pada tahap pencegahan dan pengurangan risiko. Infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan fasilitas komunikasi perlu dirancang agar lebih tahan terhadap guncangan gempa. Selain itu, sistem peringatan dini dan jalur evakuasi juga menjadi aspek penting dalam mengurangi dampak bencana di wilayah terpencil.
Di sisi lain, masyarakat terdampak dilaporkan masih bertahan di lokasi pengungsian sementara dengan keterbatasan fasilitas dasar. Banyak warga yang kehilangan akses terhadap listrik dan air bersih akibat dampak gempa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kebutuhan mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Warga berharap bantuan dapat segera tiba agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi. Solidaritas antarwarga juga terlihat dalam upaya saling membantu di tengah keterbatasan yang ada.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemulihan awal dengan membuka akses jalan yang terputus serta mengevakuasi warga dari wilayah yang paling terdampak. Proses ini dilakukan secara bertahap mengingat kondisi medan yang cukup sulit. Selain itu, pendataan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum juga menjadi prioritas untuk menentukan langkah rehabilitasi selanjutnya. Pemerintah menegaskan bahwa upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali stabil dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Ke depan, penanganan dampak gempa di Kepulauan Sangihe diharapkan dapat menjadi perhatian serius dalam penguatan sistem kebencanaan nasional. Puan Maharani menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam setiap situasi darurat agar tidak ada warga yang terabaikan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh unsur terkait, diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih efektif. Pada akhirnya, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana demi melindungi keselamatan masyarakat secara menyeluruh.





