Jakarta, 13 Mei 2026 – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, kesiapan sumber daya alam, potensi geologi, serta posisi strategis Indonesia menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan industri energi rendah karbon di masa depan.
Dalam keterangannya, Eddy Soeparno menyebut perkembangan teknologi CCS kini menjadi perhatian banyak negara sebagai salah satu solusi mengurangi emisi karbon global. Teknologi tersebut memungkinkan karbon dioksida hasil aktivitas industri ditangkap sebelum dilepaskan ke atmosfer, kemudian disimpan di bawah permukaan bumi agar tidak memperparah perubahan iklim.
Indonesia dinilai memiliki kapasitas besar untuk mengembangkan teknologi CCS karena memiliki banyak cekungan migas dan struktur geologi yang cocok untuk penyimpanan karbon. Selain itu, keberadaan sektor energi dan industri besar di dalam negeri juga membuat kebutuhan terhadap teknologi pengurangan emisi semakin relevan seiring meningkatnya tekanan global terhadap isu lingkungan dan transisi energi.
Eddy menegaskan bahwa pengembangan CCS bukan hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia. Jika dikelola secara optimal, Indonesia berpotensi menjadi pusat layanan penyimpanan karbon regional bagi negara-negara Asia-Pasifik yang tengah berupaya mencapai target net zero emission atau emisi nol bersih.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kepastian investasi agar sektor CCS dapat berkembang lebih cepat. Dukungan kebijakan dianggap penting untuk menarik investor internasional serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan dalam industri penangkapan dan penyimpanan karbon tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan energi global memang mulai melirik Indonesia sebagai lokasi potensial pengembangan proyek CCS. Pengamat energi menilai tren tersebut menunjukkan meningkatnya posisi strategis Indonesia dalam peta transisi energi dunia, terutama karena kawasan Asia diperkirakan akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan kebutuhan energi terbesar dalam beberapa dekade mendatang.
Selain peluang ekonomi, pengembangan CCS juga dinilai dapat membantu Indonesia menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan komitmen terhadap pengurangan emisi karbon. Pemerintah selama ini terus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional yang masih sangat bergantung pada sektor energi dan industri.
Eddy Soeparno berharap Indonesia mampu memanfaatkan momentum global tersebut dengan memperkuat kerja sama internasional, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor energi hijau. Dengan kesiapan yang matang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dan pusat pengembangan CCS di kawasan Asia-Pasifik pada masa mendatang.





