Jakarta, 1 Mei 2026 – Kisah seorang anak berusia 8 tahun yang memulai usaha kecil-kecilan dari uang Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi viral dan menyentuh hati banyak orang. Bocah tersebut memilih menggunakan uang yang diterimanya untuk berjualan kue daripada sekadar membeli mainan.
Dengan modal sederhana, ia mulai membuat dan menjual cookie di lingkungan sekitar rumahnya. Usahanya dilakukan dengan penuh semangat, mulai dari menyiapkan bahan, membantu proses pembuatan, hingga menawarkan dagangan kepada tetangga.
Kisah ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan semangat kewirausahaan sejak usia dini. Banyak warganet yang memberikan dukungan serta apresiasi atas keberanian dan kerja keras anak tersebut.
Orang tua bocah itu mengaku tidak menyangka usaha kecil tersebut akan mendapat perhatian luas. Mereka menyebutkan bahwa sejak awal anaknya memang tertarik untuk mencoba berjualan dan belajar mandiri.
“Dia bilang ingin punya usaha sendiri. Kami hanya mendukung dan membimbing agar tetap belajar sambil bermain,” ujar orang tua sang anak.
Pengamat pendidikan menilai bahwa pengalaman seperti ini dapat memberikan nilai positif bagi perkembangan anak, terutama dalam hal tanggung jawab, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Selain itu, kegiatan berjualan juga dapat menjadi sarana pembelajaran praktis mengenai nilai uang dan kerja keras. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat memahami proses usaha sejak dini.
Kisah ini juga menginspirasi banyak orang tua untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka, termasuk di bidang kewirausahaan.
Di tengah era digital, cerita sederhana seperti ini menunjukkan bahwa semangat usaha dan kerja keras tetap menjadi nilai penting yang dapat ditanamkan sejak kecil.
Kisah bocah penjual cookie ini menjadi pengingat bahwa peluang bisa datang dari mana saja, bahkan dari langkah kecil yang dimulai dengan niat dan keberanian.





