Jakarta, 8 Juni 2026 – Manajemen FC Barcelona dikabarkan telah mulai menyusun rencana jangka panjang untuk posisi pelatih dengan menempatkan Cesc Fabregas sebagai kandidat utama penerus Hansi Flick di masa depan. Meski Flick masih memiliki kontrak hingga 2028 dan tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari klub, Barcelona disebut tidak ingin terlambat menyiapkan regenerasi di kursi kepelatihan. Fabregas yang saat ini menangani Como dinilai sebagai sosok yang memiliki filosofi permainan selaras dengan identitas klub Catalan tersebut.
Kepercayaan terhadap Flick sejatinya masih sangat kuat. Pelatih asal Jerman itu baru saja memperpanjang kontraknya setelah sukses mempersembahkan berbagai gelar domestik bagi Barcelona dalam dua musim terakhir. Di bawah kepemimpinannya, Blaugrana berhasil mempertahankan dominasi di LaLiga dan terus menunjukkan perkembangan positif dengan mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior. Karena itu, wacana mengenai Fabregas bukanlah pergantian dalam waktu dekat, melainkan bagian dari perencanaan jangka panjang klub.
Nama Fabregas mencuat setelah keberhasilannya membawa Como 1907 berkembang pesat di Italia. Mantan gelandang Barcelona tersebut sukses mengangkat performa Como hingga mampu bersaing di papan atas dan bahkan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Prestasi tersebut membuat banyak pihak menilai Fabregas memiliki potensi besar sebagai pelatih elite Eropa pada masa mendatang. Gaya permainan menyerang dan pendekatan modern yang diterapkannya dianggap cocok dengan DNA sepak bola Barcelona.
Selain faktor prestasi, hubungan emosional Fabregas dengan Barcelona juga menjadi nilai tambah. Sebagai lulusan akademi La Masia dan mantan pemain tim utama, ia memahami budaya klub serta ekspektasi tinggi yang selalu melekat pada Barcelona. Kedekatannya dengan sejumlah petinggi klub disebut membuat komunikasi berjalan baik, sehingga namanya terus dipantau sebagai opsi strategis untuk masa depan.
Meski demikian, untuk saat ini fokus Barcelona tetap tertuju pada proyek bersama Hansi Flick. Klub masih berharap pelatih asal Jerman tersebut dapat membawa tim meraih lebih banyak trofi, termasuk target besar di kompetisi Eropa. Sementara itu, Fabregas diperkirakan akan melanjutkan pekerjaannya bersama Como sambil terus mengembangkan reputasinya sebagai pelatih muda berbakat. Jika perkembangan keduanya berjalan sesuai harapan, bukan tidak mungkin Barcelona akan melihat transisi yang mulus ketika era Flick suatu saat berakhir.





