Jakarta, 26 September 2026 –
Perenang muda China Yu Zidi menjadi salah satu bintang terbesar cabang renang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih tiga medali emas pada usia baru 13 tahun. Hebatnya, ketiga emas tersebut diperoleh dari seluruh nomor individu yang diikutinya, yakni 200 meter gaya kupu-kupu, 200 meter gaya ganti perorangan, dan 400 meter gaya ganti perorangan. Tidak sekadar menjadi juara, Yu juga mencetak rekor Asian Games dalam ketiga nomor tersebut. Prestasi itu membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu talenta renang paling menjanjikan menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.
Emas pertama Yu diperoleh pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri di Tokyo Aquatics Centre pada 20 September. Ia menyentuh dinding finis dengan catatan 2 menit 5,08 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Games. Catatan tersebut hampir setengah detik lebih cepat dibandingkan rekor sebelumnya yang dibuat kompatriotnya, Zhang Yufei, pada Asian Games Hangzhou. Yu bahkan unggul 3,36 detik atas Chang Mohan yang finis di posisi kedua. Meski menang telak, Yu mengatakan masih melihat sejumlah kekurangan dalam tekniknya yang ingin diperbaiki.
Sehari kemudian, Yu kembali membuat kejutan ketika turun pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan. Perenang asal Hebei tersebut merebut emas dengan waktu 2 menit 6,10 detik. Catatan itu hanya terpaut 0,40 detik dari rekor dunia milik bintang Kanada Summer McIntosh yang berada di angka 2 menit 5,70 detik. Performa tersebut semakin luar biasa mengingat Yu masih berusia 13 tahun dan sedang menjalani debutnya di Asian Games. Ia mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama tim pelatih dan memilih untuk tetap fokus daripada terlalu larut dalam keberhasilan.
Puncak penampilannya terjadi pada 23 September ketika Yu mengikuti final 400 meter gaya ganti perorangan. Ia memimpin perlombaan sejak awal sebelum menyelesaikannya dalam waktu 4 menit 28,56 detik dan meraih emas ketiganya. Catatan tersebut memecahkan rekor Asian Games milik Ye Shiwen yang telah bertahan sejak 2014 dengan selisih sekitar 4,5 detik. Yu juga unggul 3,95 detik dari kompatriotnya, Ke Wenxi, yang meraih perak, sementara Mio Narita dari Jepang menempati posisi ketiga. Waktu Yu menjadi catatan tercepat keempat dunia sepanjang 2026, dengan tiga catatan yang lebih cepat semuanya dimiliki McIntosh.
Perjalanan Yu menuju panggung internasional juga terbilang tidak biasa. Ia mulai mendapat perhatian setelah bakatnya ditemukan seorang pelatih ketika berada di sebuah taman air. Perkembangannya kemudian berlangsung cepat hingga mampu bersaing dengan perenang elite dunia pada usia yang sangat muda. Pada Kejuaraan Dunia Akuatik 2025, ketika baru berusia 12 tahun, Yu menjadi peraih medali termuda dalam sejarah kejuaraan tersebut setelah memperoleh perunggu sebagai bagian dari tim estafet China. Dalam tiga nomor individu di kejuaraan yang sama, ia juga mampu finis di posisi keempat dan hanya sedikit tertinggal dari zona medali.
Kemajuan Yu berlanjut sepanjang 2026. Pada Maret, ia berhasil mengalahkan peraih tujuh medali Olimpiade asal Amerika Serikat, Regan Smith, dalam nomor 200 meter gaya kupu-kupu pada China Swimming Open. Hasil Asian Games kemudian semakin memperkuat perhatian terhadap kemungkinan persaingannya dengan McIntosh pada Olimpiade Los Angeles 2028. Menariknya, tiga nomor yang menjadi spesialisasi Yu juga merupakan nomor yang dimenangi McIntosh pada Olimpiade Paris 2024. Meski mulai disebut sebagai calon pesaing utama di panggung Olimpiade, Yu sendiri memilih menjaga ekspektasi dan menekankan bahwa masih terdapat banyak aspek yang harus diperbaikinya.
Tiga emas dari tiga nomor individu membuat debut Asian Games Yu Zidi berakhir dengan pencapaian yang nyaris sempurna. Namun, sang perenang muda justru mengatakan masih memiliki sejumlah penyesalan dan ingin mengevaluasi bagian perlombaannya yang belum berjalan sesuai harapan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberhasilannya di Aichi-Nagoya bukan dianggap sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses menuju level yang lebih tinggi. Dengan usia baru 13 tahun, Yu masih mempunyai waktu panjang untuk berkembang sebelum Olimpiade Los Angeles berlangsung dua tahun mendatang. Asian Games 2026 pun menjadi panggung yang memperkenalkan secara lebih luas seorang perenang muda China yang kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu calon kekuatan besar renang dunia.





